
ANAKKU TIDAK GILA
Pernahkan kalian membayangkan penderitaan yang aku alami? Anak perempuanku satu-satunya dipasung oleh suamiku. Anakku dikatakan gila dan membahayakan keselamatan orang lain. Padahal anakku sama sekali tidak gila. Anakku sehat jasmani dan rohani. Suamiku yang menganggur hanya memanfaatkan anakku untuk mendapat belas kasihan dan bantuan. Masyaalloh.
Anakku 6 orang. Semua masih kecil. Lima laki-laki dan 1 orang perempuan. Lina namanya. Ia anak kedua. Umurnya baru 8 tahun. Suamiku buruh di perkebunan sawit. Tapi sejak perusahaan perkebunan itu bangkrut suamiku tidak bekerja lagi. Ia memaksa anak-anakku berhenti sekolah. Anak pertamaku yang laki-laki dipaksa bekerja kasar demi mendapatkan uang untuk makan keluarga. Begitu juga anak-anak lain yang masih kecil. Mereka harus bekerja mengumpulkan kayu buat dijual. Kehidupan kami semakin susah.
Cuma lina yang tidak mau kerja. Ia ingin terus sekolah. Apalagi fisiknya memang lemah sebagai anak perempuan. Suamiku marah, Lina pernah dihajar sampai lemas karena Lina tetap pergi sekolah. Gara-gara itulah Lina berani menentang ayahnya. Tapi akibatnya fatal. Suamiku memasung Lina. Lina dinyatakan gila.
Memang, sejak dipasung, Lina tidak mau dilihat orang. Tiap ada yang datang menengoknya selalu dilempar dengan batu yang memang disediakan oleh suamiku di dekat Lina. Sejak itu lah orang-orang percaya kalau Lina memang gila.
Aku sebagai mamaknya tidak terima, tapi apalah dayaku. Suamiku lebih gila lagi memperlakukan Lina kalau aku sampai menolongnya.
Sejak Lina dipasung, banyak dermawan datang member bantuan. Suamiku makin senang. Semakin membuat Lina seperti orang gila beneran.
Pernah pihak sekolah lina mau membantu dengan membawa Lina ke rumah sakit jiwa. Tapi suamiku malah marah. Suamiku hanya menerima bantuan dalam bentuk uang.
Untunglah secara diam-diam, Bu Guru Aisyah menyelidiki keadaan Lina. Ia tidak percaya kalau Lina gila. Diam-diam ia menulis surat dan dilemparkan ke tempat pemasungan Lina. Awalnya lina tidak mau membalas. Tapi lama-kelamaan Lina membalas dan menceritakan isi hatinya.
Sayang, sebelum sempat menyelamatkan anakku, Bu Guru Aisyah ketahuan oleh suamiku. Suamiku marah sekali dan mengancam akan membunuh Bu Aisyah. Suamiku menyebar fitnah dengan mengatakan Bu Aisyah mau meracun Lina.
Untunglah berkat surat balasan dari Lina, bua Aisyah selamat. Berkat surat Lina itu pula pihak keamanan meringkus suamiku.
Terikamasih bu Guru Aisyah. Sekarang Lina bisa belajar lagi. Bahkan pemerintah desa dan pihak sekolah memberi beasiswa sampai dia nanti tamat SMA.
Pemain
Adi Pura, Natasha Dewanti, Ranty Maria
Wallpaper


